UU Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara dan denda Rp 100 juta, pada tahu 2017 ini dianggap masih belum efektif untuk menghukum plaku kejahatan terhadap satwa liar yang dilindungi di Aceh. Perdagangan satwa liar dilindungi masih marak terjadi. Alasan ini yang menjadikan kekawatiran bagi kalangan akademisi, para pencinta lingkungan dan satwa liar terus gempar melakukan sosialisasi.

World Wide Fund for Nature (WWF) adalah sebuah organisasi non-pemerintah internasional yang menangani masalah-masalah tentang konservasi, penelitian dan restorasi lingkungan, dulunya bernama World Wildlife Fund dan masih menjadi nama resmi di Kanada dan Amerika Serikat. Telah ada di Aceh yang beralamat di Jalan. Alue Blang, Lorong Alamanda No. 10, Neusu Aceh, Banda Aceh.

Untuk mendukung dan mencapai visi dan misi Jurusan Biologi melakukan kerja sama dengan WWF untuk mengadakan kuliah tamu PENCEGAHAN DAN PENEGAKAN HUKUM KEJAHATAN TERHADAP SATWA LIAR YANG DILINDUNGI DI ACEH yang ditujukan kepada mahasiswa dan dosen di lingkungan jurusan Biologi. Acara ini berlangsung pada hari Kamis 19 Januari 2017 di ruangan seminar I Gedung Training Center Unsyiah yang dimoderatori oleh bapak Feri Suryawan, M.Si. Acara ini dibuka oleh ibu Dr. Betty Mauliya Bustam, M.Sc Ketua Jurusan Biologi FMIPA Unsyiah. Pemateri yang hadir di dalam kuliah tamu ini yaitu bapak Novi Hadianto dari WWF dan Fakhrudin Umar dari Majelis Adat Aceh. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 34 orang yang terdiri dari Dosen, Mahasiswa S1, Mahasiswa S2 jurusan biologi, dan beberapa utusan dari WWF Aceh (SR).