Subussalam ­- Forum Konservasi Leuser (FKL) bekerjasama dengan Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Syiah Kuala melakukan kerjasama berupa field trip yang melibatkan 10 orang mahasiswa dari jurusan Biologi ke Stasiun Penelitian Soraya yang berada di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) yang lebih tepatnya di Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subussalam, Aceh. Perjalanan ini digagas oleh FKL dan berlangsung selama 4 hari, yaitu pada tanggal 10-14 Juli 2017.

Koordinator Stasiun Penelitian Soraya, Muhammad Isa, mengatakan, tujuan mengajak mahasiswa ke Soraya adalah memberi pengenalan lapangan (hutan Leuser) kepada mahasiswa. Pengenalan lapangan ini bertujuan sebagai gambaran kepada mahasiswa saat menulis proposal penelitian di KEL.

“Tujuan kita ke stasiun ini adalah pengenalan lapangan untuk mahasiswa. Jadi, sebelum menyusun skripsi sudah ada gambaran dan lebih mudah menyusun proposal. Tidak lagi menghayal,” ucap Isa saat melakukan perkenalan di Stasiun Penelitian Soraya bersama Forum Konservasi Leuser (FKL) dan perwakilan mahasiswa dari Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unsyiah. Senin, 11 Juli 2017.

Sulitnya menarik minat mahasiswa Aceh untuk melakukan penelitan skripsi di KEL juga menjadi alasan FKL mengadakan field trip. Dosen Universitas Nasional, Sri Suci Utami Atmoko, membenarkan hal demikian. Dosen yang juga ahli Orangutan ini mengaku kesulitan menarik minat mahasiswa tingkat sarjana (S1) di Aceh yang ingin melakukan riset pada salah satu dari tiga stasiun penelitian di KEL, yaitu Soraya, Ketambe, dan Suaq Balimbing. Ketiga stasiun penelitian tersebut berada di Aceh.

“Dari tahun 2012, kami sudah beberapa kali mencoba menarik minat mahasiswa dari Aceh dan ini sulit sekali. Kami memiliki kerjasama penelitian dengan universitas luar negeri di Ketambe dan Suaq Balimbing. Kerjasama kami diutamakan untuk mahasiswa S1 dari Aceh,” ujar Suci saat melakukan perkenalan di tempat yang sama.

Perjalanan field trip ini diharapkan, papar Isa, dapat menarik minat mahasiswa untuk melakukan penelitian di seluruh wilayah Leuser serta memudahkan mahasiswa dalam menyusun proposal.

Kegiatan yang berlangsung di Soraya hanya berlangsung dua hari, yaitu tanggal 12 dan 13 Juli 2017. Mahasiswa diajak berkeliling hutan di sekitar stasiun penelitian bersama tim dari FKL dan Suci. Mahasiswa diajarkan tentang pengenalan lapangan, praktik vegetasi dan sarang, melihat satwa malam, serta observasi primata, burung, dan mamalia.

Nurlaili, mahasiswa Jurusan Biologi FMIPA Unsyiah yang ikut dalam field trip, mengungkapkan ketertarikannya dengan Stasiun Penelitian Soraya. Dia mengatakan, perjalanan tersebut memberikan pemahaman lebih mengenai konservasi di daerahnya sendiri. Mahasiswa semester 6 ini mengaku mendapat ide penelitan menarik untuk skripsinya kelak, setelah melakukan perjalan di Stasiun Penelitian Soraya.

“Hutan bukan hanya sekedar wilayah yang di penuhi pohon. Hutan merupakan objek penting dalam kehidupan dengan segala keunikan dan daya tariknya,” pungkasnya. [MAB]