Indonesia adalah negara yang memiliki biodiversitas kedua terbaik di dunia, setelah Brazil. Isu konservasi yang ada di Aceh bisa diangkat lebih besar ke kancah internasional.

Hal tersebut disampaikan oleh Dr. rer. nat Ilham Maulana, S.Si, selaku Wakil Dekan III Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unsyiah dalam sambutan pada Pelatihan Konservasi Biodiversitas di Perpustakaan Unsyiah. Senin, 2 Oktober 2017.

Dalam sambutan acara yang diselenggarakan oleh Jurusan Biologi FMIPA Unsyiah tersebut, Ilham melanjutkan, isu mengenai konservasi dan biodiversitas Aceh dapat diangkat di seminar internasional yang berjudul International Conference on Natural Science and Environtment (ICONES).

ICONES merupakan seminar internasional yang diselenggarakan oleh FMIPA Unsyiah setiap empat tahun sekali.

“Seminar internasional pertama dilakukan tahun 2009, dimana saya menjadi ketua saat itu. Salah satu keynote speaker waktu itu berasal dari Belanda. Di seminar itu biasanya diangkat satu atau dua topik utama,” kata Ilham.

ICONES, lanjut Ilham, telah dilakukan sebanyak dua kali. Seminar pertama dilaksanakan tahun 2009 dan seminar kedua dilaksanakan tahun 2014. Seminar selanjutnya akan dilaksanakan tahun 2018.

“Kalau Jurusan Biologi mau ambil kesempatan, saya pikir, buat konsep acara dari sekarang, lalu masukkan ke dekanat, sehingga Biologi menjadi tuan rumah untuk ICONES 2018. Internasional itu sifatnya,” lanjutnya.

“Aceh atau Indonesia pantas untuk berbicara konservasi di hadapan internasional. Akan banyak orang yang mendiskusikan tentang hal-hal mengenai biodiversitas dan tentunya sangat bermanfaat bagi mahasiswa dan FMIPA secara keseluruhan,” tutup Ilham.

Pelatihan ini diisi oleh dua pemateri yang berasal dari Sumatran Orangutan Conservasion Programme (SOCP), Asril Abdullah, M.Si, dan Forum Konservasi Gajah Indonesia, Zul Asril,S.Si. Keduanya merupakan alumni dari Jurusan Biologi FMIPA Unsyiah.[MAB]